13 September 2026

Ajarkan anak-anak kita

Terkadang kita begitu pintarnya, begitu lihainya, begitu "gercep" nya ketika kita menyuruh anak orang lain untuk meminta maaf atas kesalahannya namun lupa mendidik dan menyuruh anak-anaknya yang menjadi tanggungjawabnya untuk meminta maaf atas kesalalahnnya, bahkan enggan dilakukan. Hal ini bisa jadi disebabkan karena keangkuhan dirinya atau kekerasan hatinya. Bisa jadi mereka menganggap meminta maaf adalah hal yang hina, hal yang dapat merendahkan martabatnya. Mereka lupa tanggung jawab mereka adalah menjaga anak-anak mereka dari akhlaq yang buruk. Sesungguhnya mereka tanpa disadari telah mengarahkan anak mereka untuk menjadi orang yang tinggi hati, sombong bahkan bisa bersikap arogan dan naudzubillah, bisa jadi mereka akan tertutup pintu hatinya untuk meminta maaf atas kesalahannya. Lebih parah lagi, mereka akan merasa berat lisannya untuk bertobat. Naudzubillah tsumma naudzubillah.

Semoga Allah melindungi kita dari sikap yang demikian itu.

Jalur Langit

Apa itu jalur langit?

Jalur langit Adalah sebuah istilah yang ditujukan untuk melakukan pendekatan kepada Allah Subhanahu Wataála, bisa berupa dalam meraih keberkahan hidup, memohon kemudahan dalam menjemput rejeki, atau kemudahan dalam hal pekerjaan dan lain-lain, bisa juga dalam hal menyelesaikan masalah, yaitu dengan melalui doa dan ibadah. Permohonan dan doa, bisa dilakukan sendiri atau secara berjamaah, bisa juga meminta doa pada orang-orang sholeh.

Contoh misalnya, jika kita lemah atau tak berdaya atau tak punya kuasa, atau lebih memilih mengalah dan walau (tetap) dianggap salah yang disebabkan oleh sesuatu dan lain hal, padahal kita seyakin-yakinnya tidak bersalah atau setidaknya kita sudah mengakui kesalahan dan meminta maaf tapi tetap disudutkan atau dizholimi atau tetap dihujat atau selalu disindir atau selalu diungkit-ungkit atau selalu disudutkan, maka pilihlah jalur langit.

Berdoalah pada Yang Maha Kuasa, yang Kuasa-Nya tak terbatas, yang Kuasa-Nya tak tertandingi. Mintalah perlindungan dan pertolongan dari Nya. PASTI kamu akan ditolong. PASTI orang yang menzholimi kamu akan mendapatkan balasan, walau mereka seringkali tidak merasa bahwa itu adalah balasan, dan ketika mereka tetap pada pendirian mereka yang tetap menzholimi kamu (karena masih merasa kuasa), maka selama itu pula balasan akan selalu mendatangi mereka hingga akhir hayat. Balasan itu bisa berupa apa saja. Bisa diangkatnya keberkahan dalam kehidupannya, bisa disempitkan rejekinya, bisa dijadikan keluarganya selalu dalam konflik, bisa juga habis uangnya untuk biaya pengobatan, bisa juga disingkirkan dalam komunitasnya, bisa juga selalu bermasalah dalam urusan pekerjaannya, bisa juga hancur rumahtangganya dan lain-lain, yang menyebabkan kehidupannyanya tidak sesuai keinginannya, bahkan yang lebih tragis, bisa jadi diwafatkan dalam kemungkaran. Naudzubillahi min dzalik.

KECUALI mereka bertobat dan meminta maaf padamu.

Contoh berdoa meminta perlindungan dan dihindari dari orang-orang zholim.

Bacalah istighfar, mohon ampun atas segalah salah dan dosa. Jangan lupa sholawat ke atas Nabi shollallahu álayhi wasallam

Berdoalah dengan kesungguhan hati.

Astaghfirrullahal ázhiim 100 X

Allahumma sholli alaa Sayyidina Muhammad wa álaa aali Sayyidina Muhammad 100 X

Allahumma Ya Allah

Ampuni atas segala dosa hamba, 

Ampuni sebesar apapun dosa dan kesalahan hamba,

Ampuni dosa kedua orangtua hamba. Sayangi mereka, Sungguh mereka benar-benar menyayangi kami dan telah merawat dan mendidik kami dengan ketulusan hati mereka.


Allahumma Ya Allah,

Sampaikan sholawat dan salam kami, kepada junjungan Nabi Muhammad shollallahu álayhi wasallam beserta keluarganya, sahabatnya juga kepada seluruh pengikutnya

Wafatkan kami dalam ridho-Mu, dalam husnul khotimah.


Allahumma Ya Allah,

Sungguh, Engkau Maha Mengetahui

Hamba telah berbuat khilaf dan salah pada hambaMu yang lain, hamba bertobat. Hamba memohon ampunanMu

Ya Allah, hamba mengakui hamba salah. Maafkan hamba

Hamba juga telah meminta maaf padanya.

Akibat dari kesalahan kecil hamba, mereka membesar-besarkannya. Mereka mengulang-ulangnya dengan terus menyalahkan hamba, menyindir hamba, menyingkirkan hamba, hingga justru merekalah yang berlebih-lebihan menghina hamba dan keluarga hamba.

Ampuni hamba Ya Allah.

Ya Robb, lindungi hamba

Lindungi dari orang-orang yang zholim kepada hamba

Lindungi anak-anak hamba

Lindungi keluarga hamba

Sungguh, hanya kepada Engkaulah hamba memohon perlindungan


Allahumma Yaa Allah Yang Maha Kuasa

Tunjukkan KuasaMu

Jangan biarkan mereka terus mendzolimi hambaMu ini

Jangan biarkan mereka menzholimi anak-anak kami

Jangan biarkan mereka menzholimi keluarga kami

Ya Allah, tunjukkan KuasaMu


Ya Allah,

Hamba adalah manusia lemah

Hamba tak kuat terus dizholimi

Ya Allah, tunjukkan KuasaMu


Teruslah berdoa dengan penuh khusyu dan keyakinan.

Yakinlah bahwa doamu pasti dikabulkan


Tutuplah dengan bersholawat.


Washollallahu álaa Sayyidina Muhammadin Nabiyyil ummiyyi wa álaa aalihi washohbihi wasallam.


Kalimat ”tunjukkan KuasaMu”ini sangat dahsyat. Tekankan pada kalimat ini dan kamu bisa jadi akan menyaksikan Kuasa Allah atas masalahmu.

Redaksi doa bisa disesuaikan dengan kebutuhan setiap masalah yang sedang dihadapi.

Akan lebih baik lagi jika diawali dengan sholat sunah (taubat) dua rokaat.


Demikian

Semoga bermanfaat.


09 September 2026

Berkaca!

Jika kamu ingin dihormati

Hormati orang lain


Jika kamu ingin dihargai

Hargai orang lain


Jika kamu tidak ingin disakiti

Jangan sakiti orang lain


Jika bicaramu ingin didengar orang lain

Dengarkan juga ketika orang lain berbicara


Jika kamu tidak ingin dihina

Jangan hina orang lain


Jika kamu tidak ingin diganggu

Jangan ganggu orang lain


Jika kamu ingin diperlakukan dengan baik

Perlakukanlah orang lain dengan baik


Jika kamu tidak suka orang lain berkata kasar

Janganlah berkata kasar pada orang lain.


Berkacalah!


Bercerminlah!



Salah. Minta maaf lah!

Saat ini banyak kita lihat orang yang berbuat salah, baik itu disengaja atau tidak disengaja, justru malah dia yang marah-marah, malah dia yang menghujat, malah dia yang merasa dizholimi. Playing victim!

Banyak sekali contoh yang bisa kita lihat. Dijalan, ada pengendara motor lawan arah, ditegur malah dia yang marah. Pengemudi mobil lawan arah, malah dia merasa punya kuasa dan mengintimidasi. Menyenggol atau menyerempet kendaraan orang lain, kabur dan ketika dikejar dan ditangkap malah buat alasan mengada-ada. Memaki orang ditempat umum padahal orang yang dimaki sama sekali tidak tahu menahu, malah dia terus nyerocos. Melakukan perbuatan yang membuat orang lain rugi, malah dia semena-mena dan merasa benar tindakannya. Menyerobot antrian, malah memaki.

Ketika diviralkan, ketika dihadirkan bukti, ketika di’sidangkan’ malah beralasan macam-macam. 

Jika kalian berbuat salah. Minta maaf lah! Sesimpel itu. 

Urusan akan diperpanjang, akan diproses hukum (misalnya), itu urusan lain. 

Jika salah, hal yang pertama harus dilakukan adalah minta maaf.

Itu.


26 Maret 2025

Mohon Maaf

Assalamu'alaykum,

Di hari yang mulia ini
Di hari yang telah lalu dan yang akan datang
Mohon maaf atas segala salah dan khilaf
Mohon maaf atas apapun yang tidak berkenan
Mohon maaf atas apapun yang perlu dimaafkan

Semoga dimaafkan


Sekali lagi

Mohon maaf karena hanya bisa memohon maaf
Wassalamu'alaykum

31 Desember 2024

31 Desember

31 Desember
Akhir tahun
Selalu berulang
Bagi yang berumur panjang
Sebagian bersuka ria dan senang
Sebagian lain ada duka yang terkenang

31 Desember
Akhir tahun
Umur bertambah
Masihkah berulah?
Atau sudah berubah?
Demi akhir yang cerah

31 Desember
Akhir tahun
Bukan akhir perjuangan
Bukan akhir perjalanan

31 Desember
Akhir tahun
Dimana kamu berkumpul?
Dengan siapa kamu bergaul?

31 Desember 2024
Aku masih disini
Masih bisa berjalan
Masih bisa berlarian
Masih bisa makan
Masih bisa menikmati hiburan
Masih bisa bercengrama dengan keluarga dan handai taulan
Masih bisa sujud memohon ampunan
Berharap akhir hidup dalam naungan Ilahi Robbi Yang Maha Rahman


Robb,
Alhamdulillah atas segalanya
Alhamdulillah masih bisa mengucap Syukur alhamdulilah
Alhamdulillah masih bisa memohon ampunan-Mu
Alhamdulillah masih bisa bersujud pada-Mu


Robb,
Wafatkan aku dalam ridho-Mu
Wafat dalam husnul khotimah
Hingga Kau masukkan aku ke dalam jannah

18 Desember 2024

Lupakan

Belajarlah untuk dilupakan

Kita semua akan dilupakan
Oleh teman-teman kita
Oleh teman-teman kita yang mengaku sahabat kita
Oleh orang-orang disekitar kita
Oleh orang-orang yang mencintai kita
Walau mereka ada
 
Kita akan dilupakan
Tak ada lagi yang membicarakan kita
Tak ada lagi yang mau berbicara dengan kita
Tak ada lagi yang mau mengundang kita
Tak ada lagi yang mau mendekati kita
Walau untuk menyapa “Hai”
 
Belajarlah untuk dilupakan
Dilupakan oleh teman sendiri
Dilupakan oleh mereka yang mengaku sahabat
Dilupakan oleh orang-orang yang dulu dekat dengan kita
 
Biasakan untuk dilupakan
Disaat bersama mereka
Mereka mengabaikan kita
Disaat kita diantara mereka
Mereka berpaling
 
Biasakan untuk dilupakan
Jangan ada dendam
Walau mereka enggan hadir dalam jamuan makan yang kita sediakan
Jangan sakit hati
Walau mereka enggan merapat untuk menjabat
 
Kita PASTI akan dilupakan
Oleh orang-orang sekitar kita
Bahkan oleh orang yang sangat mencintai kita
Ketika Izroil menjemput kita
 
Kita akan dilupakan
Mereka enggan menemui kita
Walau sekejap
Walau sekedar berucap “Aamiin”
Atas doa orang-orang yang menyayangi kita
 
Kita dilupakan
Oleh mereka semua
Sekejap setelah ruh berpisah meninggalkan jasad kita
 
Semua kembali pada aktifitasnya
Pada kesibukannya

Dan ...
Merekapun akan segera dilupakan

15 Agustus 2023

Kita akan segera dilupakan!

Kita akan segera dilupakan walau mereka mengaku kalau merekalah yang paling sayang padamu.

Kullu nafsin dzaaiqotul maut. Setiap yang bernyawa pasti akan mati.
Entah siapa duluan, semua sesuai dengan urutan yang telah ditentukan, yang telah ditetapkan. Malaikat tidak pernah salah cabut nyawa orang. Tidak pernah!
Jika telah waktunya, maka orang tersebut akan segera mengakhiri hidup di dunia.

Mati
Dia tidak menunggu kita tua
Dia tidak menunggu kita sakit
Dia tidak menunggu kita siap atau tidak
Bahkan dia tidak menunggu tobat kita.

Tahukah kamu,
Setelah kita mati, maka dengan cepat kita akan dilupakan oleh orang lain, walaupun ia adalah pasangan hidup kita, orangtua kita, anak-anak kita, saudara-saudari kita apalagi oleh teman-teman kita. Bahkan mungkin merekapun tidak mendoakan kita.

Ketika kita mati, banyak dari mereka hanya datang berkunjung, duduk-duduk sambil nyeruput kopi dan bercengkrama dengan pengunjung lainnya, sementara pasangan hidup kita, anak-anak kita, bahkan orangtua dan saudara-saudari kita masih meneteskan airmata.

Ketika kita mati, tidak sedikit yang mengirim pesan, turut berduka cita, mengirimkan ucapan bela sungkawa bahkan hanya mengirimkan emoji tanda duka atau image ucapan takziah, dan dikirimkan secepat kilat, hasil dari copas dari sebelumnya.
Apakah mereka menyempatkan diri untuk diam sejenak dan mendoakanmu? Entahlah. Hanya mereka yang tau, dan itupun yang akan mereka alami ketika mereka mati, kelak.

Mereka akan segera melupakanmu.
Setelah kita dikubur, ada sebagian dari mereka membicarakanmu. Membicarakan masa-masa lucu mu sambil sesekali mereka ikut tertawa.
Setelah kita dikubur, tidak sedikit dari mereka meninggalkanmu tanpa mengingatmu lagi.
Posisimu di kantor, ditempat kerja, sudah siap digantikan oleh orang lain.
Pasanganmu, sudah mulai mempersiapkan diri untuk hidup tanpamu. Satu dua hari bisa jadi mereka masih menangis, setelah itu mereka bisa tertawa-tawa dengan kerabatnya dan melupakanmu.
Bagaimana dengan anak-anakmu? Mereka sudah mulai beraktifitas seperti biasa. Mereka tidak boleh larut dengan mengingatmu dan menangisimu sepanjang masa. Mereka harus melupakanmu.
Hartamu, jika kamu punya, ia akan segera dibagi-bagikan. Tidak sedikit yang memperebutkannya. Jerih payahmu hanya menjadikan ‘masalah’ baru bagi mereka.

Kita akan cepat dilupakan
Lalu buat apa kita hidup bergantung pada mereka?
Lakukanlah kewajibanmu sewajarnya.
Jangan bergantung pada mereka. Bergantunglah seperlunya.

Buat catatan hidupmu penuh dengan makna
Perbanyak amal untuk bekalmu di akherat.
Jangan terlalu banyak berharap pada yang hidup untuk selalu mendoakanmu, mengirimkan ‘hadiah’ padamu. Mereka punya kesibukan. Mereka punya keterbatasan. Dan merekapun akan segera mati. Menyusulmu.

Tobatlah dari sekarang. Jangan ditunda lagi.
Perbanyak amal jariyah, amal yang abadi sepanjang masa, yang akan selalu menemanimu.
Mulailah dengan mengikhlaskan amal-amamu karena Allah, bukan karena ingin dibanggakan, dihormati atau disanjung manusia.

Kita akan segera dilupakan
Namun Allah tidak akan meninggalkanmu
Dia akan menerima amal-amal (ikhlash) mu
Dia akan mengampuni dosa-dosamu yang telah kamu tobati, memintakan ampunanNya.
Berharaplah rahmatNya
Agar Allah mengumpulakanmu bersama orang-orang yang dirahmatiNya
Di surga abadi

15 Februari 2021

No more stess

Udah sering saya denger. Udah sering dapet share dari orang-orang kalau salah satu penyebab penyakit bertambah parah adalah karena faktor stress, faktor pikiran. Pikiran terlalu njelimet. Berimajinasi sendiri. Tanya sendiri. Jawab sendiri. Bikin skenario sendiri. Bahkan berantem sendiri dengan pikirannya. Gak berani diungkap. Napas ngos-ngosan. Sekalinya diungkap malah terlihat seperti marah besar. Duaarrrrr….!!. Mengegelegar. Bikin jantung berdebar. Dan akhirnya tepar. Repot deh orang lain mesti gimana. Ya kalau ada tenaga medis ditempat. Ya kalau ada orang yang ngerti, kalau nggak? Cuma bisa bikin panik semua orang. Ada yang lakukan ini, ada yang bilang gitu, semrawut jadinya, mana yang harus dikerjain.

Solusinya gimana supaya gak gampang stress?
Ya cuma orang itu yang bisa. Orang lain mah cuma bisa ngomong. Cuma bisa nasehatin. Cuma bisa kasih saran. Cuma bisa kasih masukan. Se-simple itu. Di internet juga bertebaran solusinya, tinggal mau apa nggak bacanya.
Nah, yang dinasehatin, yang dikasih saran, yang dikasih masukan, apa bisa ngikutin?, apa mau ngikutin?

Kalau pengen gak kumat ya harusnya sih bisa. Harusnya sih mau mencoba apa-apa yang dinasehanin sama orang lain. Kalau gak percaya sama orang yang nasehatin, ya cari orang lain yang dipercaya. Namanya juga pengen sehat (pikiran), ya harus konsultasi dan ikutin arahannya. Kalau gak mau ikutin arahannya, ya gak usah abis-abisin waktu dan tenaga untuk konsultasi sama mereka.

Punya keluarga?
Nah pikirin deh dampaknya ke keluarga? Anak, orangtua, pasangan hidup, saudara-saudara dan semua orang yang ada disekitarmu. Pikirin dampaknya ke mereka kalau kita mengumbar stress kita dihadapan mereka. Pikirin juga diri sendiri akibat dari mengumbar stress.

Belajar kontrol diri. 
Plus tambah dengan doa, banyakin zikir. Eling kalau kata orang tua mah.

Kamu bisa!
Yakinkan diri
Demi kamu
Demi keluargamu
Demi orang-orang disekitarmu.

Jadilah penghapal Alquran

 

Dijelaskan dari buku “Himpunan Fadhilah Amal” karya Maulana Muhammad Zakariyya al-Kandahlawi dari  Ali Karramallahu Wajhahu, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa membaca Alquran dan menghafalnya, dan menghalalkan apa yang dihalalkannya dan mengharamkan apa yang diharamkannya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga dan menjaminnya untuk memberi syafaat bagi sepuluh orang keluarganya yang wajib masuk neraka.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Sepertinya ini jalan yang paling mudah untuk mendapatkan surga. Membaca Alquran dan menghapalkannya.

Membaca Alquran sudah dilakukan setiap hari. insyaAllah istiqomah.

Bagaimana dengan menghapalnya?

Dimulai dengan niat untuk menghapalkan Alquran. Lalu mulai menghapal. Setiap hari satu atau dua ayat. Baca berulang-ulang. Sebelum hafal tidak pindah ke ayat berikutnya. Setelah hafal, maka mulai lagi dengan ayat selanjutnya. Begitu seterusnya. Sisihkan waktu. Jangan mencari waktu luang tetapi luangkan waktu untuk menghapalnya. Rutin. Istiqomah. Sampai akhir hayat.

Kita tidak tau kapan kita akan mati.
Karena mati tidak menunggu kita tua.
Mati tidak harus didahului dengan sakit.
Mati pun tidak menunggu kita tobat.

Kita semua berharap surga, carilah jalan yang mudah untuk kita capai. Salah satunya dengan menjadi penghapal Alquran. Ikuti cara diatas.

Jika mati lebih dulu menjemput sebelum kita bisa menghapal seluruh isi Alquran, insyaAllah kita akan dicatat sebagai penghapal Alquran, dan kelak dikumpulkan bersama para penghapal Alquran di akherat kelak, karena kita telah berniat untuk menjadi penghapal Alquran dan istiqomah menghapal Alquran setiap hari walaupun hanya satu atau dua ayat saja setiap harinya.

Yuk, ajak anak-anak kita, saudara-saudara kita, teman dan sahabat untuk jadi penghapal Alquran, biar kita bisa sama-sama kumpul di surga. InsyaAllah.

26 Agustus 2020

Sampaikan saja!

Jadi teringat ayat dibawah ini:


مَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا تَكْتُمُونَ

Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan, dan Allah mengetahui 
apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan. (QS 5:99)


Tugas Rosul yang Mulia saja hanya menyampaikan apa-apa yang diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada beliau, dan beliau tidak bisa memaksakan atau memberi hidayah kepada siapapun. Apalagi kita, yang bukan Rosul bukan pula Nabi, bahkan bukan pula bisa disebut sebagai ulama, maka jangan bermimpi bisa merubah orang lain untuk bisa taat pada Allah dan Rosul-Nya. Kita cuma bisa dan hanya bisa memberitahukan apa-apa yang kita ketahui tentang islam, tentang adab, tentang aturan-aturan yang telah ditetapkan. Kita tidak bisa memaksakan mereka untuk mengikuti, bahkan kita tidak bisa memaksakan mereka untuk (hanya sekedar) mengerti. Allah yang akan memberikan petunjuk, jika Allah menghendaki. Jika tidak? Mereka akan tetap dalam kesesatan.

Jadi, tidak perlu heran dan bingung pada orang-orang disekitar kita. Terkadang kita sudah ‘berbusa-busa’ namun mereka tetap pada kelakukan mereka, tidak berubah. Entahlah sampai kapan. Kita cuma bisa menyampaikan, memberitahukan, dan setelah itu mendoakan. Mudah-mudahan mereka dan juga kita, diberi kesempatan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk bertobat sebelum ajal kita menjemput. Satu hal yang perlu diingat lagi, bahwa kita tidak akan pernah tau kapan ajal kita akan datang, so… perbanyak istighfar. Bertobatlah. Mudah-mudahan Allah mengampuni.


20 Agustus 2019

Surat Terbuka untuk “Haters” Ulama dan UAS

Jangan pernah memanfaatkan keadaan untuk terus mencari kesalahan oposisi terutama para ulama.

Jangan pernah suka memanfaatkan keadaan dimana kalian hidup di rezim ini yang tidak peduli umat Islam dan suka menyebut Islam adalah radikal.

Jangan pernah memanfaafkan kondisi negara saat ini yang dipimpin oleh kalangan Islamophobia, lalu anda melanjutkan persekusi ulama.

Pelaporan UAS ke polisi karena ceramah yang dianggap menghina Kristen adalah salah alamat, gegabah, dan dilakukan dengan kebodohan maksimal.

Pelaporan UAS ke polisi menunjukkan langkah yang tergesa gesa dan gegabah, karena sejatinya selama ini kebencian anda kepada Islam sudah disimpan lama, namun belum ketemu momentumnya.

Pelaporan UAS ke polisi menunjukkan anda merasa kuat karena merasa satu DNA dengan rezim yang bekuasa, meresa ada yang membela.

Pelaporan UAS ke polisi dengan bukti ceramah untuk internal umat Islam adalah langkah mencari cari kesalahan yang menunjukkan kebodohan luar biasa dari pihak anda sebagai pelapor.

Pelaporan UAS ke polisi hanya akan menyibak wajah busuk anda selama ini yang sangat membenci Islam, karena anda menghina Islam di dalam gereja gereja terasa belum cukup.

Pelaporan UAS ini adalah sikap arogansi kaum minoritas yang tidak tau diri dan tidak tau malu, ini mungkin karena kaum mayoritas terlalu baik kepada mereka selama ini.

Ormas-ormas Kristen yang melakukan pelaporan UAS ke polisi bisa disebut ormas Kristen radikal yang dibalut dengan kebodohan luar biasa.

Kalau anda gagal paham soal ceramah orang Islam, maka bagusnya anda belajar lagi kepada pendeta pendeta anda, anda sekolah lagi soal teologi, jadi bagusnya ke sekolah bukan ke polisi. Jangan sampai sudah kafir bodoh pula.

Umat Islam sudah lama bersabar atas arogansi minoritas di negeri ini, jadi jangan terus terusan memancing di air keruh, karena akibatnya nanti anda sendiri tidak akan mampu menanggungnya.

Umat Islam tidak punya ajaran kalau pipi kiri ditampar maka berikan pipi kanan, karena kalau anda memilih menampar pipi kiri kami duluan, maka kami akan tampar pipi kanan anda bahkan 100x tamparan yang lebih keras.

Umat Islam diajarkan damai, tapi bukan berarti anda bebas bermain api dan test case, umat Islam damai makanya anda hidup disini dengan aman dan nyaman, kalau kami bar bar dan arogan, gak tau nasib anda akan bagaimana, maka merenunglah. Jangan suka cari kesalahan yang gak perlu.


Umat Islam diajarkan damai, ratusan ayat al-Quran mengajarkan kami soal esensi damai ini, tapi kalau anda mengusik umat Islam, maka anda silahkan baca surat at Taubah dalam kitab suci kami, disana tidak ada lagi kata Bismillah sebagai tanda baca awal al Quran, karena surat ini identik dengan kemarahan kami.

Umat Islam tau kapan damai kapan tidak, tau kapan diam dan kapan membalas, tau kapan diam dan kapan mengambil sikap. Maka hiduplah dengan damai di negeri yang indah ini, jangan cari masalah dan cari cari konflik.

Cek dan ricek segala sesuatu sebelum berbuat, jangan arogan dan jangan suka berlebihan. Soal agama adalah soal sensitif, lebih sensitif daripada masalah politik. Maka hati-hatilah dalam melangkah.

Umat Islam terkenal damai di seluruh dunia, dibantai, dihabisi, dikudeta, diserang dst. Tapi kami tidak sembarangan membalas, karena umat Islam punya aturan yang ketat soal soal nyawa dan nama baik orang lain termasuk yang beda agama, maka pelajarilah kami sebelum anda mencari masalah dengan kami.


Kami damai bukan karena kami lemah, tapi kitab suci kami tidak mengizinkan perang sembarangan kalau tidak mencukupi syarat, nabi kami dulu sampai menunggu turun ayat izin perang bertahun tahun karena beliau tidak mau berperang kalau belum ada restu langit.

Berhati-hatilah dalam hal ini, umat Islam cinta damai, itu sudah terbukti di lapangan bukan sebatas khutbah palsu di mimbar mimbar tapi di lapangan anda terus mengutus misionaris untuk menyerang agama kami.

Karena kalau umat Islam sudah marah, dan semua syarat sudah terpenuhi, sejarah mencatat, tidak ada benteng pertahanan yang terlihat kuat di depan umat Islam. Raja dan Gubernur saja kami singkirkan, apalagi yang gembel-gembel.

Selamat merenung, lanjutkan hidup yang damai. Jangan suka bermusuhan karena akhir dari sebuah permusuhan tidak ada yang indah. (*)


*Penulis: Tengku Zulkifli Usman (Analis Politik Islam)

Sumber : 
https://www.eramuslim.com/berita/nasional/surat-terbuka-untuk-haters-ulama-dan-uas.htm#.XVtyD-gzbIU

31 Juli 2019

Watawa showbil haq, watawa showbish shobr


Mengingatkan orang lain dalam hal kebaikan adalah kewajiban setiap orang.
Gak perlu liat latar belakangnya.
Gak perlu tahu agamanya.
Gak mesti dari kalangan ningrat.
Gak harus dari seorang yang punya jabatan tinggi.
Jika itu baik, tidak melanggar norma dan adat, tidak bertentangan dalam urusan agama, apa salahnya sih terima kebaikan itu, walau berupa ucapan atau tulisan. Setidaknya diam sejenak, menyimak, atau sekedar mendengarkan.
Jika itu baik buat kamu, kenapa mesti ragu untuk menerimanya.
Dan kemudian mengamalkannya.

Kita semua tahu
Kita semua sadar
Bahwa tidak semua orang bisa menerima masukan
Bahwa tidak semua orang bisa menerima nasehat
Bahwa tidak semua orang bisa diajak diskusi dalam kebaikan

Pertanyaannya adalah, mau sampai kapan orang itu bersikap seperti itu?!

Kadang kita mendengar orang yang ketika di nasehati untuk tidak berbuat yang tidak semestinya, ia bahkan malah menganggap kita sebagai orang munafik.
Dengan lantang ia berkata, “udahlah jangan sok alim” atau “ah, lu juga dulu pernah begitu” atau “ah, yang lain gak masalah kok, lu aja yang baperan” atau kalau udah kepepet dia bilang, “iyaa.. gw emang kotor, gak kayak lu yang udah jadi manusia suci tanpa dosa” atau bisa juga dia bilang, “Tuhan itu menciptakan yang baik dan yang jelek, nah gw kebagian yang jeleknya. Udah takdir. Gw aja gak masalah, kok lu yang repot”

Ada juga loh yang didepan dan dibelakang beda. Ketika kita sampaikan yang benar, dia manggut-manggut, kasih jempol, dan yang lainnya ada yang no comment, ehh pas dibelakang, dia malah nyinyir.

Banyaklah.

Ya itu tadi, manusia itu beda-beda.
Kalau sama mah kembar namanya.
Butuh ‘tangan’ Tuhan untuk merubahnya.
Atau memang sudah menjadi takdirNya?!

Perlu juga kita perhatikan, dalam menyampaikan kebaikan juga harus dengan cara yang baik dan benar. Jangan disampaikan dengan cara menyombongkan diri, atau terkesan menggurui, seakan-akan orang yang ada dihadapan kita adalah orang ‘kecil’ yang mengerti apa-apa.
Dan perlu kesabaran.

Watawa showbil haq, watawa showbish shobr.


29 Juli 2019

Nggak ribet kok


Brother and Sister all over the world.

Saya mau ngingetin buat Bro and Sis dimana saja.
Ini juga buat ngingetin saya juga tentunya. Isteri saya. Anak-anak saya.

Ngingetin tentang penggunaan hape.

Terutama untuk pemasangan wallpaper, atau juga picture profile baik di media sosial ataupun di aplikasi apapun yang ada di hape. Semua menyangkut masalah pemilihan atau pemasangan gambar islami, baik berupa gambar kaligrafi atau berupa doa, atau apapun yang didalamnya ada lafadz Allah, atau ayat-ayat Allah, atau hadist Nabi.

Menjadi bagus, apabila memang berada pada tempat dan lokasi yang baik. Bisa jadi ini akan menunjukkan pada dunia (sekitar) bahwa kita adalah seorang Muslim (yang religius).

Namun akan menjadi tidak bagus, bahkan terlarang, ketika kita membawa dan mengaktifkannya sehingga gambar atau tulisannya menjadi terbuka/terlihat jelas ketika berada di tempat terlarang, sebut saja toilet atau WC.

Hal lainnya adalah nada dering atau nada pengingat (alarm) termasuk didalamnya adalah notifikasi adzan, yang kesemua nadanya adalah ayat-ayat Al Quran.

Bisa jadi Bro and Sis tetap membawa hape ke dalam toilet namun tidak membukanya, bagaimana jika nada dering adalah bacaan Al Qur’an? Apakah ikut di silent mode juga?, jika tidak, dan berdering, maka sama saja hal itu adalah terlarang.

Khusus untuk nada dering, maka sebaiknya tidak menggunakan nada murottal atau pembacaan ayat Al Quran. Hal ini selain terlarang ketika berdering di dalam toilet, juga terlarang dimanapun ketika ayat yang dibacakan belum selesai secara sempurna namun sudah di matikan, maka akan menjadikan ayat yang dibacakan menjadi terputus dan mengakibatkan salah arti/pemahaman.

Kok jadi ribet ya?

Sebenarnya gak ribet-ribet amat sih, cuma kitanya aja kali yang mau kelihatan religius dimata orang lain, atau cuma mau gaya-gayaan.

Asesoris lainnya juga loh, seperti kalung, cincin dlsbg.

Biar aman, jangan pakai asesoris berlafadzkan Allah atau Muhammad. Khawatir ketika masuk toilet lupa di lepas.
Trus jangan membuka-buka hape di dalam toilet.
Bisa jadi Bro and Sis gak pakai gambar atau tulisan ayat-ayat Allah dan sejenisnya, bagaimana dengan teman-teman Bro and Sis? Apalagi kalau buka sosial media di dalam toilet, sangat riskan banget, karena banyak konten islami di sosmed yang juga terlarang di buka di dalam toilet.

Lebih aman lagi, gausah bawa hape ke toilet.

Nggak ribet kok.



26 Juli 2019

Ngerumpiin ghibah, boleh kok



Ngerumpi ya ngerumpi
Ghibah ya ghibah
Ngerumpiin ghibah ? emang ada? Ahh aya aya wae.

Menurut KBBI, ngerumpi adalah mengobrol sambil bergunjing dengan teman, biasanya dalam kelompok kecil.

Sementara Ghibah adalah menyebutkan sesuatu yang terdapat pada diri orang lain, sedang ia tidak suka (jika hal itu disebutkan). Baik dalam keadaan soal jasmaninya, agamanya, kekayaannya, hatinya, akhlaqnya, bentuk lahiriyahnya dan sebagainya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah engkau apa itu ghibah?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Ia berkata, “Engkau menyebutkan kejelekan saudaramu yang ia tidak suka untuk didengarkan orang lain.” Beliau ditanya, “Bagaimana jika yang disebutkan sesuai kenyataan?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika sesuai kenyataan berarti engkau telah mengghibahnya. Jika tidak sesuai, berarti engkau telah memfitnahnya.” (HR. Muslim no. 2589).

Dalam Al Adzkar (hal. 597), Imam Nawawi rahimahullah menyebutkan, “Ghibah adalah sesuatu yang amat jelek, namun tersebar dikhalayak ramai. Yang bisa selamat dari tergelincirnya lisan seperti ini hanyalah sedikit. Ghibah memang membicarakan sesuatu yang ada pada orang lain, namun yang diceritakan adalah sesuatu yang ia tidak suka untuk diperdengarkan pada orang lain. Sesuatu yang diceritakan bisa jadi pada badan, agama, dunia, diri, akhlak, bentuk fisik, harta, anak, orang tua, istri, pembantu, budak, pakaian, cara jalan, gerak-gerik, wajah berseri, kebodohan, wajah cemberutnya, kefasihan lidah, atau segala hal yang berkaitan dengannya. Cara ghibah bisa jadi melakui lisan, tulisan, isyarat, atau bermain isyarat dengan mata, tangan, kepala atau semisal itu.”

Jelas dong. Ngerumpi itu gak boleh. Ngerumpi bisa jadi sama dengan ghibah.
Ghibah sendiri juga jelas tidak boleh. Terlarang.

Nah kalo ngerumpiin ghibah?
Boleh.

Ngerumpiin ghibah yang saya maksud di sini adalah membicarakan tentang permasalahan ghibah itu sendiri, atau ngobrolin tentang hukum ghibah, membahas tentang apa-apa saja yang termasuk katagori ghibah.

Tujuannya apa?
Ya biar makin paham lah.
Biar bisa -setidaknya- mengurangi atau menghindar dari perkara yang bisa mengakibatkan kena perkara ghibah.

Gitu aja sih.

So..
Ngerumpiin ghibah, boleh kok.



18 Juli 2019

It has been banned

Guys,
You won't see me again on Facebook
It has been banned. Since end of June 2019

I only had one account. 
And it was real account.
I joint to Facebook on April 2009.
Woww, it is more than 10 years. Amazing !!.

If someone claimed to be me or pretends to be me or using my profile, my picture etc.,
I guarantee it is NOT ME
It is easy to create a new one
But I have not decided yet to do that.

If I am not mistaken, I have only 300 friends more or less in FB. Not much.
but most of them (more than 90 percent) are really my friends. I know them well.
And the rests are followers.
Some of them are also followers on IG. :)

I had two Fanpages
First : Abbhie.
it only has 110 followes more or less.
All posts in FP Abbhie was my original writing.

The second one is, I used the name of Owner of Pondok Pesantren in the Middle of Java.
The Famous one. Sorry, I do not mention the name.
But honestly, I created it for him and he knew it.
I made him as an admin, but he refused caused he was not familiar with Fanpage, and he was also not have much time to manage the Fanpage.
In a few months, this Fanpage has more than 50K followers.
And always has new followers everyday.
All posts in this Fanpage is copied from his account.

Both Fanpages are about da'wah.

Facebook allowed me to download memories.
But not for both Fanpages.

I am not sad at all losing my account on FB.
I am just curious why they did it to me.
Political issues made them not fair to take action.

_




16 Juli 2019

Maklumin aja. Namanya juga anak kecil (2)


Adzan berkumandang. Jelas terdengar. Tapi masih aja santai diluar masjid/musholla. Sambil ngobrol pula. Seakan gak mau kalah sama suara adzan. Ada juga yang sambil ngudut. “lagi nanggung” katanya. Perlu ditegur. Diingatkan. Dengan cara baik dan santun tentunya. Serta penuh kehati-hatian. Biasanya orang kayak gini sensinya tinggi banget. Ibarat kata, ‘senggol dikit gw bacok’. Kalau ketemu yang kayak gini jangan ambil hati. Biar hati plong. Maklumin aja. Namanya juga anak kecil.

Didalam masjid/musholla, orang-orang pada sholat sunnah, nunggu iqomat, ehh masih aja ngobrol. Kalo pake “sssttt…” gak mempan, liat ke mukanya, trus senyumin aja. Biar hati plong. Maklumin aja. Namanya juga anak kecil.

Didalam masjid/musholla, orang-orang pada dzikir nunggu iqomat, ehh dia masih sibuk main hape. Bukan sekedar ketak-ketik, chatting, tapi sampe telponan. Biar hati plong. Maklumin aja. Namanya juga anak kecil.

Masih didalam masjid/musholla, iqomat sudah selesai dikumandangkan, imam udah nyuruh merapatkan shof, barisan. Ehh masih aja duduk bersila. Diam ditempat. Apakah mereka tidak tahu keutamaan berada di shof terdepan? Entahlah. Biar hati plong. Maklumin aja. Namanya juga anak kecil.

Maklumin anak kecil, yang benar-benar kecil, karena umurnya masih belum baligh, adalah suatu keharusan. Karena mereka dalam proses pembelajaran. Bisa jadi hari ini diberi tahu, besok sudah lupa dan perlu diberi tahu lagi. Itu mah sudah lumrah.

Maklumin anak kecil, yang sudah tidak kecil lagi, karena memang usianya sudah dewasa adalah suatu keharusan yang dipaksakan. Mereka bukan lagi dalam proses pembelajaran. Mereka dalam masa kebiasaan. Kebiasaan yang tidak patut di contoh oleh anak kecil beneran. Menasehati mereka itu ibarat orang yang takut ketinggian, lalu naik ke atap rumah tanpa tali pengaman, deg-degan, kaki gemetaran, keringat dingin bercucuran. Perlu strategi yang jitu dan pas. Salah-salah malah bisa jadi perseteruan hebat.

Kalau mau aman ya itu tadi, maklumin aja. Namanya juga anak kecil.



Maklumin aja. Namanya juga anak kecil (1)

15 Juli 2019

Maklumin aja. Namanya juga anak kecil (1)


Anak kecil. Kelakuannya aneh-aneh. Bisa juga diluar dugaan. Bisa salah. Bisa benar. Namun mereka selalu menganggap benar. Tidak ada yang salah. Dan tidak pernah salah. Karena bagi mereka tidak ada salah dan tidak ada benar. Mereka melakukan sesuka hati.

---

Diajarin tiap saat, tapi tetap mengulangi kesalahannya; yang sebenarnya dia tidak tahu kalau itu adalah sebuah kesalahan. Maklumin aja. Namanya juga anak kecil.

Dikasih tahu, tetap tidak mau tahu. Maunya tempe. Keukeuh ada pendiriannya. Jika pendiriannya memang berdasarkan nalar yang benar, ya bagus. Yang jadi masalah adalah ia tidak tahu kalau pendiriannya itu benar atau tidak benar. Kadang ketika kita koreksi atas pendiriannya yang tidak benar, ia manggut-manggut layaknya orang yang paham dan mengerti permasalahan, namun setelah itu ia tetap pada pendiriannya. Maklumin aja. Namanya juga anak kecil.

Hari ini kita tunjukkan sesuatu yang benar, dan syukur alhamdulillah ia bisa menjalankannya sepanjang hari ini. Besok lusa, kembali ke semula, bahkan ia tidak mampu mengingat apa yang pernah di ajarkannya. Maklumin aja. Namanya juga anak kecil.

Hari ini kita ajarkan sesuatu yang baru dan tentunya yang benar. Alhamdulillah ia memahaminya, dan selalu berbuat sesuatu yang benar ketika dihadapan kita. Ketika kita berpaling darinya, ia tidak melakukannya dengan benar. Maklumin aja. Namanya juga anak kecil.

Anak kecil punya dunianya sendiri, yang terkadang sulit dipahami oleh orang dewasa. Namun akan menjadi sesuatu yang membahagiakan dan menyenangkan hati adalah ketika kita sadar dan kita tahu bahwa mereka memang anak kecil, hingga tiada sakit hati dalam menghadapi tingkah lakunya.

Hati akan plong dalam menghadapi mereka ketika hati kita bisa selalu berucap, “Maklumin aja. Namanya juga anak kecil”


Maklumin aja. Namanya juga anak kecil (2)


12 Juli 2019

Your secret admirer


Posting tentang dakwah, dibilang sok suci, sok alim.
Posting tentang tausiah, dibilang “Ceramahin diri sendiri dulu sebelum ceramahin orang”
Posting tentang politik, cuma karena beda pilihan, ehh di serbu buzzer bayaran, di laporin, di banned.

Upload makanan gak boleh, katanya tidak ber-empati sama orang susah. Kasian kan mereka yang miskin, yang buat makan aja susah, ehh harus lihat postingan yang isinya makanan melulu. Hmmm, apa iya orang miskin yang buat makan aja susah terus bela-belain beli kuota buat liatin potingan orang-orang..?! mending duitnya buat beli makan kali ya.

Share lokasi wisata, dibilangnya pamer, sok kaya. Orang kaya aja gak gitu-gitu amat.
Share tempat sholat dibilang sok agamis.

Upload foto anak kecil, yang lagi lucu-lucunya, dibilangnya eksploitasi anak.
Upload foto anak yang udah agak gede-an, dibilangnya apalah gitu. Gak ngenakin.
Upload foto anak berprestasi, dibilang pamer.
Upload foto sendirian, selfi, dibilang “kesian deh, keluarganya aja gak ada yang mau foto bareng”
Upload foto bareng temen dibilang gak sayang sama keluarga.
Upload foto bareng anak dibilang “mamanya mana tuh, atau jangan-jangan……..?!”
Upload foto bareng keluarga, dibilang “keliatannya aja rukun, padahal mah belom tentu”
Upload foto bareng pasangan, dibilang “tumben-tumbenan, abis berantem yee?”; ada yang bilang “ciee…ciee.. biar dibilang sayang istri/suami ye?” atau ada juga yang lain bilang “ahh basi, kalau udah ketauan selingkuh, pasang deh poto mesra berduaan”

Trus… jadi ngapain dong.
Tutup akun ?! Salah juga.

Gak posting, di cariin,
Gak upload di tanyain,
Gak share di tungguin
Yaa gitu deh.

---

So guys, jangan berharap apa yang kamu lakukan dapat menyenangkan semua orang.

Percaya deh, mereka itu sebenarnya orang yang paling perhatian. Buktinya adalah apapun yang kamu lakukan, apapun yang kamu tulis, apapun yang kamu share, mereka selalu memperhatikan. Komentar mereka yang sepertinya terlihat kurang baik, sesungguhnya adalah bentuk perhatian yang berlebih dari mereka.

Mereka itu sebenarnya adalah your secret admirer



09 Juli 2019

“Sorry ya Bro, gw gak like"


“Sorry ya Bro, gw gak like”

Begitu personal chat yang dikirim oleh seorang teman, ketika postingan saya yang menurutnya agak keras. Biasanya tentang politik atau kritikan terhadap kelompok tertentu, atau tentang dakwah yang kontennya tidak meng-enakkan hatinya, padahal disertai dalil-dalil yang jelas yang sudah menjadi keputusan jumhur atau bisa jadi tentang sesuatu hal yang kalau dia berikan ‘like’ maka takut dianggap sebagai pendukungnya dimana komunitasnya atau orang-orang yang berada didekatnya adalah kelompok ‘semacam’ liberal yang maunya bebas berekspresi sesuai dengan kehendak hatinya.
Aneh memang.
Berada atau sudah terpengaruh dengan pemikiran liberal dimana kebebasan adalah jalan hidupnya namun membatasi kebebasan orang lain dalam berekspresi atau  menyampaikan pendapat.

Jujur ya pren, gw gak butuh banyak like.
Juga gak butuh banyak yang komen.
Udah kebaca aja sama orang lain udah bersyukur. Mudah-mudahan jadi ladang amal. Setidaknya sebenarnya itu juga yang jadi pemikiran banyak orang, dimana tidak banyak orang yang sanggup menyampaikannya dengan berbagai alasan.
Contohnya, postingan tentang elgebete. Secara naluri kita semua (sebagian besar dan lebih dari 99 persen) menolak hal itu, namun karena takut dibilang tidak toleran atau takut dianggap melanggar hak asasi, maka kita takut menyuarakan penolakannya bahkan untuk sekedar like aja gak berani. Disisi lain mereka takut banget kalau anak keturunannya ‘mengidap’ virus tersebut.
Saya cuma mau bilang, bahwa pilihan tersebut menjijikan. Yaitu pilihan untuk diam dalam masalah ini.

“Sorry ya Bro, gw gak butuh di like”

Ajarkan anak-anak kita

Terkadang kita begitu pintarnya, begitu lihainya, begitu "gercep" nya ketika kita menyuruh anak orang lain untuk meminta maaf atas...