Terkadang kita begitu pintarnya, begitu lihainya, begitu "gercep" nya ketika kita menyuruh anak orang lain untuk meminta maaf atas kesalahannya namun lupa mendidik dan menyuruh anak-anaknya yang menjadi tanggungjawabnya untuk meminta maaf atas kesalalahnnya, bahkan enggan dilakukan. Hal ini bisa jadi disebabkan karena keangkuhan dirinya atau kekerasan hatinya. Bisa jadi mereka menganggap meminta maaf adalah hal yang hina, hal yang dapat merendahkan martabatnya. Mereka lupa tanggung jawab mereka adalah menjaga anak-anak mereka dari akhlaq yang buruk. Sesungguhnya mereka tanpa disadari telah mengarahkan anak mereka untuk menjadi orang yang tinggi hati, sombong bahkan bisa bersikap arogan dan naudzubillah, bisa jadi mereka akan tertutup pintu hatinya untuk meminta maaf atas kesalahannya. Lebih parah lagi, mereka akan merasa berat lisannya untuk bertobat. Naudzubillah tsumma naudzubillah.
Semoga Allah melindungi kita dari sikap yang demikian itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar